Seberapa berartikah dirimu di mata orang lain??
Aku ingin menceritakan dua kejadian..
Pertama, di suatu malam, di saat aku sedang kesepian dan hanya ym dan facebook yang menemaniku, muncul nama Fathur di chattingan facebook. Ehhhmm..sempet kaget. Aahhh, palingan dia lupa sama aku. Oia, Fathur adalah seniorku di Banyuasih, tempat dimana aku dan teman2 dari berbeda fakultas hidup 1 atap selama 2 minggu. Sudah lama skali aku tak bertemu dengannya. Mungkin dia mengira aku adalah Nadia, yang entah siapa. tapi, begitu dia bertanya: "Nad, sekarang krj dmana?", aku jawab: "di RCTI". Dia melanjutkan, "Wuuuaaahhh...deket bgt sm rmh lo yah". Oooohh..ternyata dia benar2 ingat denganku. Kami chat ngga lama karna mataku sudah ngga bisa diajak kompromi lagi.
Kejadian Kedua..
Hari ini aku shooting video kunjungan dari pagi sampe jam 3pm dan lanjut lagi jam 5pm. Jam 5pm itu ngambil stockshoot The Master saat presscon. Aaaarrgghhh..moodku jelek skali hari ini. Hanya diam dan memperhatikan para wartawan yang sedang mengambil makanan. Sampai ku melihat sosok Maz Andy yang ternyata ikut menyaksikan presscon coz ada temannya yang jadi finalis The Master. Aku ingin sekali menyapanya, tapi koq sepertinya dia dingin dan lupa padaku. Pikirku, "Ya sudah lha, mungkin emank Maz Andy lupa padaku". Sampai akhirnya Maz Andy menyapaku duluan, "Kamu megang The Master skarang?". Wooouuuww..dia masih inget kalau aku bakal jadi sodara jauhnya. Karna dia akan menikah dengan sepupu dari calon kakak iparku. Senangnya...
Dua kejadian di atas membuatku berpikir, "Ehhhhmm..ternyata banyak orang yang menganggapku pernah ada di antara mereka. Mereka mengingatku, padahal aku hanya sesekali berhubungan dengan mereka". Senang, pasti.. Siapa yang tidak merasa senang kalau ternyata dirinya diingat oleh orang lain, apalagi bukan orang-orang terdekatnya.
Sempat terlintas di benak, "Buat apa kita dianggap oleh orang lain, tapi ternyata kadang kita dianggap tidak ada oleh orang terdekat kita, atau bahkan orang yang kita sayangi".
Bodohnya aku bisa berpikir seperti itu. Sudah banyak orang yang menganggap kamu ada, Nad. Apa itu masih tidak cukup?!? Hanya karna seseorang yang terkadang tidak menganggap dirimu ada. Seharusnya aku bisa jauh lebih bersyukur dengan apa yang ada saat ini, banyak sekali orang-orang yang menyayangiku. Memank terasa sakit, bila orang yang disayang ternyata kadang tidak menganggapku ada. Tapi, mana jauh lebih sakit?? Kehilangan 1 orang yang disayang atau kehilangan banyak orang yang menyayangi kita..?!?
Aku ingin menceritakan dua kejadian..
Pertama, di suatu malam, di saat aku sedang kesepian dan hanya ym dan facebook yang menemaniku, muncul nama Fathur di chattingan facebook. Ehhhmm..sempet kaget. Aahhh, palingan dia lupa sama aku. Oia, Fathur adalah seniorku di Banyuasih, tempat dimana aku dan teman2 dari berbeda fakultas hidup 1 atap selama 2 minggu. Sudah lama skali aku tak bertemu dengannya. Mungkin dia mengira aku adalah Nadia, yang entah siapa. tapi, begitu dia bertanya: "Nad, sekarang krj dmana?", aku jawab: "di RCTI". Dia melanjutkan, "Wuuuaaahhh...deket bgt sm rmh lo yah". Oooohh..ternyata dia benar2 ingat denganku. Kami chat ngga lama karna mataku sudah ngga bisa diajak kompromi lagi.
Kejadian Kedua..
Hari ini aku shooting video kunjungan dari pagi sampe jam 3pm dan lanjut lagi jam 5pm. Jam 5pm itu ngambil stockshoot The Master saat presscon. Aaaarrgghhh..moodku jelek skali hari ini. Hanya diam dan memperhatikan para wartawan yang sedang mengambil makanan. Sampai ku melihat sosok Maz Andy yang ternyata ikut menyaksikan presscon coz ada temannya yang jadi finalis The Master. Aku ingin sekali menyapanya, tapi koq sepertinya dia dingin dan lupa padaku. Pikirku, "Ya sudah lha, mungkin emank Maz Andy lupa padaku". Sampai akhirnya Maz Andy menyapaku duluan, "Kamu megang The Master skarang?". Wooouuuww..dia masih inget kalau aku bakal jadi sodara jauhnya. Karna dia akan menikah dengan sepupu dari calon kakak iparku. Senangnya...
Dua kejadian di atas membuatku berpikir, "Ehhhhmm..ternyata banyak orang yang menganggapku pernah ada di antara mereka. Mereka mengingatku, padahal aku hanya sesekali berhubungan dengan mereka". Senang, pasti.. Siapa yang tidak merasa senang kalau ternyata dirinya diingat oleh orang lain, apalagi bukan orang-orang terdekatnya.
Sempat terlintas di benak, "Buat apa kita dianggap oleh orang lain, tapi ternyata kadang kita dianggap tidak ada oleh orang terdekat kita, atau bahkan orang yang kita sayangi".
Bodohnya aku bisa berpikir seperti itu. Sudah banyak orang yang menganggap kamu ada, Nad. Apa itu masih tidak cukup?!? Hanya karna seseorang yang terkadang tidak menganggap dirimu ada. Seharusnya aku bisa jauh lebih bersyukur dengan apa yang ada saat ini, banyak sekali orang-orang yang menyayangiku. Memank terasa sakit, bila orang yang disayang ternyata kadang tidak menganggapku ada. Tapi, mana jauh lebih sakit?? Kehilangan 1 orang yang disayang atau kehilangan banyak orang yang menyayangi kita..?!?
nad...
ReplyDeletepertanyaan yang lo ajuin itu beraaaaaaaat bgt arti dan jawabannya. Tapi kita cuman manusia biasa yang selalu saja tidak pernah puas terhadap apa yang kita punya.
Bertanya apa arti kita di mata orang yang kita sayang adalah sesuatu.. dan pastinya setiap orang akan mempertanyakan hal yang sama ketika dia menaruh harapan pada orang lain.
Nad, lo tuh something.. Lo harus percaya kl lo tuh berarti. Dan ketika orang bisa mengingat seseorang apalagi dengan detil, gw yakin brati orang itu berkesan buat orang lain. :)
dan itu arti lo buat gw, dear my best friend..
:) smangat yaaa!!!
orang bijak bilang...berikan kasih sayangmu ke semua orang...biarpun orang itu tak membalasnya..ikhlas...itu jauh lebih indah... :)
ReplyDeletechayoooo nad2... :)