I'm not a CHILD
Childest...ntah mulai kapan dan sampai kapan ini melekat denganku. Jujur, sebal dengan predikat itu. Yaaa..kuakui memank aku pecicilan, suka iseng, cewawa'an (bingung menyebutnya dengan kata bahasa indonesia yg benar), manja, dll. Mungkin tingkah dan pola prilaku itu memank banyak dimiliki oleh anak-anak kecil. Tapi, bukan berarti khan klo aku bersikap seperti itu, kalian bisa memberi predikatku sebagai anak kecil..
Aku yakin setiap orang mempunyai sisi itu, dimana sifat kekanak-kanakannya muncul. Hanya saja tergantung individunya, bener-bener pure ngeluarin sisi itu or hanya dipendam. Berhubung aku bukan orang yang munafik, aku adalah type orang yang apa adanya, dan pure mengekspresikan apa yang sedang ku rasakan, so sering keluarlah sikap kekanak-kanakan itu.
Biarlah mereka menge-judgeku seperti apa dan bagaimana, i just wanna be my self. Yang penting orang-orang yang benar mengerti aku, tau bagaimana aku sebenarnya. Di balik sikap kekanak-kanakkanku ada sisi lain yang memang tidak semua orang bisa melihatnya. Hanya mereka yang tau seberapa tingkat kekanakkanku dan tingkat kedewasaanku.
Thanx buat temen-temen yang sudah mempercayakanku sebagai tempat curhat kalian, maaf gak bisa menyebutnya satu per satu. Banyak sisi positif dari curhatan kalian yang bisa aku ambil sebagai pembelajaran dan tameng di masa depan nanti (bila menghadapi masalah yang serupa). Thanx juga buat orang-orang yang menge-judge-ku masih seperti anak kecil yang sebenernya belum tentu kalian tau dalemnya aku bagaimana. Please DON'T JUDGE ME FROM MY COVER...!!!!!
Yup nad..
ReplyDeleteseseorang nggak bisa hanya dinilai dari luarnya doang.. kedewasaan adalah sesuatu yang keluar dari pemikiran seseorang, bukan hanya sikap..
kepercayaan menurut gw adalah reward dari kedewasaan yang ada di diri kita.. makin banyak kita dipercaya artinya kita makin dinilai dewasa.. tapi bukan berarti kl nggak dipercaya artinya nggak dewasa, tapi mungkin seseorang itu blum bisa melihat kita lebih dalam..
well,
Just be yourself napoo..
buktikan pada mereka dengan pemikiran lo nad...
ciayoo!
Thx 4 ur spirit cha..
ReplyDeleteTapi, sebenernya gak gak harus membuktikan seberapa dewasa gw ke mereka. Biarkanlah mereka berpikir apa adanya, membuat persepsi apa ttg gw, itu hak mereka.
Yang penting, seperti yang lo bilang di atas, selama banyak temen yang masih mempercayakan gw sebagai tempat curahan hati mereka dan memberi masukan atas masalah mereka, it's enough 4 me. WTF deh buat org2 yg masih berpikiran sempit dan picik, masih menilai org dr covernya aza (udah gak jaman kali yee). heheehehhee..
wkwkwk..masih anak2 yahh..yah gw siy judge cover by cover..dan judge inner yah by inner...jangan disama ratakan. kalo ada yg menyamkan berarti mereka yang belum dewasa....
ReplyDeleteanak2 adalah inspirasiii buat gw....dimana anak2 bersih dan poloss....belum terkontaminasi oleh buruknya dunia..
jadi enjoy your self....nikmati keceriaan lo..nikmatin kepolosan lo..dan nikmatin apa adanya lo..dan biarkan Tuhan yang menghargai kedewasaan lo.
gw selalu berfikir menjadi anak2. dan memahami sebagai anak2. bukan sok2an jadi dewasa.hehe...
*lagi lemot mode on niy*
Setuju mri..
ReplyDeleteGw gak merubah apa yg udah ada sekarang. Biarkanlah mereka menilai apa adanya gw. Gak penting juga tuk pura2 atau sok2 jadi dewasa.
thx buat chazky n luthfiandrabuat smua kata2 indahnya. hehehhe..
Kalau menurut gw,semua orang pasti ada sifat kekanak-kanakkannya.Semua orang.Ada disaat mereka kanak-kanak,ada disaat mereka serius dll.Lagian,kita dinilai orang kan berarti juga tercemar (Hm....lebih halusnya,dipengaruhi faktor) pikiran mereka saat menilai kita. :)
ReplyDeleteOrang dgn sifat kekanak-kanakan belum tentu memiliki cara berfikir yg kekanak-kanakan. Namun orang yg cara berfikirnya seperti anak-anak, maka sifatnya pun akan seperti anak-anak.
ReplyDeleteJadi jangan hanya memandang dari satu sisi saja sebelum kita men-judge orang lain kanak-kanak. :)
Btw, thx ya nad atas nasehat-nasehatnya.. :)